OUR BLOG

Insight Articles

Image - Cara Publikasi Jurnal Internasional melalui International Conference 12th BEMSS

Cara Publikasi Jurnal Internasional melalui International Conference 12th BEMSS

Publikasi jurnal internasional masih menjadi tantangan besar bagi banyak mahasiswa pascasarjana, dosen, dan peneliti di Indonesia. Mulai dari proses review yang ketat, biaya yang tidak sedikit, hingga ketidakpastian lolos atau tidak, semuanya sering bikin ragu untuk mulai. Padahal, publikasi ilmiah adalah salah satu indikator penting dalam pengembangan karier akademik dan profesional.

Salah satu jalur yang semakin populer dan cukup realistis adalah publikasi jurnal internasional melalui international conference, khususnya konferensi yang memiliki conference output ke publikasi yang jelas dan bereputasi. Artikel ini akan membahas bagaimana international conference bisa bantu memperbesar peluang kamu dalam melakukan publikasi jurnal internasional. 

Mengapa Publikasi Jurnal Internasional Itu Penting?

Publikasi di jurnal internasional tidak hanya soal gengsi akademik. Bagi mahasiswa pascasarjana, publikasi sering menjadi syarat kelulusan, sementara bagi dosen dan peneliti, publikasi menjadi bagian dari penilaian kinerja, kenaikan jabatan fungsional, hingga rekam jejak akademik.

Selain itu, publikasi internasional juga membuka peluang kolaborasi riset global, meningkatkan visibilitas penelitian, dan memperkuat kredibilitas institusi asal penulis. Karena itulah, banyak akademisi mulai mencari cara yang lebih strategis agar publikasi bisa dicapai tanpa mengorbankan kualitas.

Jalur Publikasi Jurnal Internasional: Langsung vs Conference

Secara umum, ada dua jalur utama publikasi jurnal internasional:

  • Submit langsung ke jurnal internasional
  • Publikasi melalui international conference

Submit langsung ke jurnal memang prestisius, tetapi prosesnya cenderung panjang dan tidak pasti. Review bisa memakan waktu berbulan-bulan, bahkan lebih dari satu tahun.

Sementara itu, publikasi melalui konferensi internasional menawarkan alur yang lebih terstruktur: review sebelum konferensi, presentasi paper, sehingga review artikel setelah conference. Inilah alasan mengapa jalur conference bisa menjadi pilihan, terutama bagi mahasiswa pascasarjana yang memiliki tenggat waktu kelulusan.

Tips Lolos Jurnal Scopus melalui International Conference

Persoalannya, meski international conference menawarkan jurnal berindeks Scopus sebagai salah satu luaran publikasinya, hal tersebut bukan berarti paper akan langsung otomatis terbit di jurnal tersebut. Ada tahapan review dan penyesuaian yang perlu dilakukan penulis agar bisa dianggap eligible untuk bisa terbit di dalam jurnal berindeks Scopus. Singkatnya, berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan:

 

1. Pastikan Scope Penelitian Sesuai

Kesalahan paling umum adalah memaksakan topik yang tidak relevan dengan scope konferensi. International conference biasanya memiliki tema serta bidang studi yang jelas. 

 

2. Gunakan Struktur Paper yang Standar

Paper harus mengikuti format ilmiah internasional: abstrak yang jelas, pendahuluan berbasis gap riset, metodologi yang transparan, hasil dan pembahasan yang relevan, serta referensi yang mutakhir. Untuk membantu ini, biasanya setiap conference sudah memberikan template abstrak dan paper yang bisa diikuti. 

 

3. Perhatikan Kualitas Bahasa Akademik

Bahasa Inggris yang digunakan tidak harus sempurna seperti native speaker, tetapi harus jelas, konsisten, dan akademis. Gunakan proofreading tools atau bantuan editor jika diperlukan.

 

4. Tunjukkan Kontribusi Ilmiah

Paper yang berpeluang besar diterima di jurnal berindeks Scopus adalah paper yang memiliki kontribusi riset yang terukur dan jelas. Tuliskan dengan tegas apa kebaruan penelitian Anda, baik dari sisi data, metode, maupun perspektif.

 

Selain empat poin utama di atas, penulis juga perlu memahami bahwa standar jurnal berindeks Scopus berada satu level di atas standar paper konferensi biasa. Artinya, meskipun sebuah paper dinyatakan layak dipresentasikan di international conference, penyesuaian tambahan tetap diperlukan agar paper tersebut memenuhi kriteria jurnal tujuan.

Salah satu aspek yang sering luput diperhatikan adalah kedalaman analisis dan diskusi. Reviewer jurnal Scopus tidak hanya melihat hasil penelitian, tetapi juga bagaimana hasil tersebut diinterpretasikan, dikaitkan dengan literatur sebelumnya, serta apa implikasinya bagi pengembangan ilmu pengetahuan atau praktik di bidang terkait. Diskusi yang terlalu deskriptif tanpa analisis kritis biasanya menjadi alasan utama penolakan.

Selain itu, kualitas dan relevansi referensi juga menjadi perhatian serius. Pastikan mayoritas referensi berasal dari jurnal internasional bereputasi dan publikasi terbaru dalam lima hingga sepuluh tahun terakhir. Referensi yang kuat menunjukkan bahwa penelitian Anda berdiri di atas diskursus akademik yang relevan dan mutakhir.

Terakhir, penulis perlu bersikap terbuka terhadap proses revisi. Masukan dari reviewer, baik pada tahap konferensi maupun jurnal, sebaiknya dipandang sebagai upaya penyempurnaan kualitas ilmiah, bukan sekadar hambatan administratif. Dengan kesiapan untuk merevisi dan menyempurnakan naskah, peluang paper untuk dinyatakan eligible dan diterbitkan di jurnal berindeks Scopus akan menjadi jauh lebih besar.

Publikasi Jurnal Jadi Syarat Lulus S2: Kenapa Conference Jadi Solusi?

Di banyak kampus, publikasi sebagai syarat lulus S2 menjadi aturan yang tidak bisa ditawar. Masalahnya, waktu studi terbatas sementara proses jurnal sering tidak sejalan dengan deadline akademik.

International conference menawarkan solusi karena:

  • Timeline lebih jelas
  • Proses review terjadwal
  • Sertifikat dan bukti publikasi bisa digunakan untuk kebutuhan administrasi

Bagi mahasiswa yang sedang berada di semester akhir, jalur ini sering menjadi pilihan paling rasional. Terlebih lagi, saat ini banyak international conference mengusung format virtual atau hybrid, sehingga bisa lebih fleksibel secara lokasi dan waktu. Ini juga artinya, exposure internasional bisa didapat lebih mudah dan peneliti bisa saling bertemu secara virtual, melakukan diskusi, hingga diseminasi penelitian lintas negara. Selama kualitas akademiknya terjaga, format virtual tidak mengurangi nilai publikasi.

Mengenal 12th BEMSS International Conference

12th International Conference on
Business, Economy, Management and Social Studies
Towards Sustainable Economy (12th BEMSS)

12th BEMSS International Conference merupakan salah satu konferensi internasional yang berfokus pada bidang Business, Economics, Management, and Social Sciences. Konferensi ini diselenggarakan oleh Research Synergy Foundation, sebuah platform akademik internasional yang secara konsisten membangun ekosistem riset global melalui konferensi, publikasi ilmiah, dan program penguatan kapasitas akademik.

 

Sebagai bagian dari inisiatif Research Synergy Foundation, BEMSS dirancang bukan sekadar sebagai forum presentasi, tetapi sebagai platform akademik yang menjembatani peneliti, dosen, dan mahasiswa untuk membawa riset mereka ke level internasional dengan proses yang terstruktur dan terukur.

Beberapa keunggulan 12th BEMSS International Conference antara lain:

  • Scope multidisiplin yang relevan dengan isu-isu kontemporer
  • Penggunaan sistem Research Synergy yang memudahkan peserta memantau proses submission dari awal hingga publikasi.
  • Proses review terstruktur dengan adanya ReviewerTrack yang berfungsi sebagai hub untuk para reviewer internasional dari berbagai disiplin ilmu. 
  • Peluang publikasi di jurnal terindeks Scopus/Copernicus/EBSCO/SINTA/ASCI/Google Scholar sesuai dengan kualitas dan eligibilitas paper. 
  • Adanya sesi diseminasi atau diskusi dengan Session Chair yang diundang dari berbagai negara serta memiliki keahlian sesuai track paper. 
  • Format konferensi yang ramah bagi peneliti pemula maupun akademisi berpengalaman.

Bagi Anda yang sedang mencari jalur publikasi jurnal internasional yang lebih terarah dan realistis, BEMSS dapat menjadi entry point strategis, terutama bagi penulis yang ingin membangun atau memperkuat rekam jejak publikasi internasional.

Alur Publikasi Jurnal Internasional melalui 12th BEMSS

Secara umum, alur publikasi jurnal internasional melalui konferensi seperti 12th BEMSS yang dikelola oleh Research Synergy Foundation meliputi tahapan berikut:

  • Submit abstrak melalui sistem Research Synergy
  • Proses cek plagiarisme serta review abstrak
  • Revisi paper berdasarkan masukan reviewer
  • Presentasi paper pada sesi konferensi
  • Penerbitan Book of Abstract Conference Proceeding
  • Submit full paper melalui sistem Research Synergy
  • Proses cek plagiarisme serta review full paper
  • Pemberian jurnal rekomendasi
  • Penulis memberikan consent atau persetujuan atas rekomendasi
  • Paper diserahkan ke jurnal untuk publikasi

Setiap tahap memiliki timeline yang jelas dan terkomunikasikan sejak awal, sehingga penulis dapat menyusun strategi publikasi dengan lebih tenang dan terencana. Jadi, sambil menunggu proses full paper terbit, abstrak dari paper tersebut sudah terbit di Book of Abstract Conference Proceeding terlebih dahulu. 

Cara publikasi jurnal internasional tidak selalu harus melalui jalur yang paling kompleks dan tidak pasti. Dengan strategi yang tepat, international conference yang dikelola secara profesional dapat menjadi solusi yang realistis, efisien, dan tetap kredibel.

Bagi mahasiswa S2, dosen, maupun peneliti yang ingin mempercepat proses publikasi tanpa mengorbankan kualitas akademik, 12th BEMSS International Conference oleh Research Synergy Foundation menawarkan peluang yang bisa dipertimbangkan. Kuncinya terletak pada pemahaman scope, kesiapan paper, dan pemilihan konferensi dengan rekam jejak akademik yang jelas.

Dengan pendekatan yang tepat, publikasi internasional bukan lagi mimpi yang menakutkan, melainkan target yang bisa direncanakan dan dicapai.